Tradisi Lisan dan Memori Kolektif

Tradisi lisan bukan sekadar cerita rakyat, mantra, nyanyian, atau ritual yang diwariskan secara turun-temurun. Ia adalah sistem pengetahuan yang hidup dalam memori kolektif masyarakat. Di dalamnya tersimpan sejarah, nilai, norma, identitas, hingga pandangan dunia suatu komunitas. Tradisi lisan juga berfungsi sebagai media transmisi budaya, penguatan karakter, serta pembentuk kesadaran sosial dan kebangsaan. Buku ini disusun secara sistematis dalam tiga kerangka besar. Pertama, aspek konseptual, yang membahas pengertian, ruang lingkup, serta relasi tradisi lisan dengan sejarah lisan, ingatan kolektif, bahasa, ideologi, dan wacana budaya. Kedua, aspek metodologis, yang mengungkap pendekatan dokumentasi, analisis antropolinguistik, semiotika, serta strategi penelitian tradisi lisan sebagai sumber data ilmiah yang sahih. Ketiga, aspek
aplikatif, yang menghadirkan berbagai studi kasus dan praktik tradisi lisan dalam konteks pendidikan, ekologi, modernisasi, inovasi budaya, ritual adat, serta pembentukan identitas dan nasionalisme. Keberagaman perspektif para penulis dalam buku ini menunjukkan bahwa tradisi lisan tidak dapat dipahami secara tunggal. Ia menuntut pendekatan interdisipliner—menggabungkan linguistik, antropologi, kajian budaya, pendidikan, hingga semiotika—agar mampu mengungkap lapisan makna yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi teoretis sekaligus panduan praktis bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan pemerhati budaya. Di tengah arus globalisasi dan percepatan teknologi digital, tradisi lisan menghadapi tantangan serius berupa berkurangnya penutur dan melemahnya transmisi antar generasi. Oleh karena itu, upaya dokumentasi, inovasi, dan integrasi tradisi lisan dalam pendidikan dan ruang publik menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutannya. Buku ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan intelektual untuk merawat, mengembangkan, dan memaknai kembali tradisi lisan sebagai kekayaan epistemologis bangsa.

Cetakan Pertama: Februari 2026
Manado, Indonesia
Penulis:
Hardin, Firman Alamsyah Mansyur, La Ode Marhini, Hadirman,
Mayske Rinny Liando, Musafar, Komang Wahyu Rustiani, I Gusti
Made Swastya Dharma Pradnyan, Nurtikawati, Shinta Arjunita
Saputri, Gek Diah Desi Sentana, Taufiq Said, Edy Samiel, Rahmat
Sewa Suraya, Zulfa, Sunardy Kasim, dan Meiskyarti Luma
Penata Letak: Aksara Kawanua
Penata sampul: Aksara Kawanua
Editor: Hardin dan Hadirman
Sumber gambar: pixabay.com
Penerbit: CV. Aksara Kawanua
Manado, Indonesia

WA : 085237210027
: 00000-000-00-000-0
Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
Jumlah : xi + 148 hlm.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top